Showing posts with label NW. Show all posts
Showing posts with label NW. Show all posts

Thursday, April 25, 2019

PERJALANAN HADROH SYAUQUL MUSTHOFA

SEJARAH SINGKAT MAJELIS SYAUQUL MUSTHOFA AL MUNTASHIRIN NW ANJANI LOTIM Awal terlahirnya Hadroh syauqul musthofa adalah berawal dari Hadroh Muhibbul Musthofa MA MU'ALLIMIN NW ANJANI LOMBOK TIMUR NTB DANtahun berdirinya Hadroh Muhibbul musthofa Pada tahun sejak kami kelas 3 MA MU'ALLIMIN pada semester pertama Tahun 2015 dan kami lah Angkatan Perdana Hadroh Muhibbul Musthofa MA MU'ALLIMIN NW ANJANI dan berdirinya Hadroh Muhibbul Musthofa atas Dukungan TGH FU'AD ZAINI dan TGH ZAINI ABDUL HANNAN Lc. Setelah kami selesai dari MA MU'ALLIMIN NW ANJANI Kami membentuk Tim Hadroh yang bernama Syauqul Musthofa Di bawah naungan Mudzakarah Al Muntashirin NW Anjani Lombok Timur Yang di bimbing Oleh USTADZ ZAINAL MA'RUF QH. Sy dan Nama Syauqul Muathofa Sendiri Di berikan Oleh Beliau Sendiri yaitu( Ustadz Zainal Ma'ruf) dan Nama Syauqul Musthofa Di Berikan Pada Tahun 2016 dan Alhamdulillah Syauqul Musthofa Masi Berjalan Sampai Sekarang,,,


 DAFTAR ANGGOTA MAJELIS SYAUQUL MUATHOFA 

VOCALIS 1. SYHABUDDIEN MILATUADIEN
2.MUHAMMAD ALUL YANI 
3.PAOZAN ZULHAERI
4.DIMAS 

TERBANGAN I 
1.MUHAMMAD SLIM RAHMATULLAH
2.MUHAMMAD SAFENDI 
3.SOLIHIN 
4.IWAN 

TERBANGAN II
1.MUFTALI FIKRI 
2.NAWAWI ROSYD 
3.KARYA TAUFIK ISMA'IL
4.ZUL 

DARBUKA
1.HIDAYAT 

BASS
1.MUHAMMAD WAHYU ARDINATA 

MARFA' /TAM
1.MUHAMMAD YUSRON RAHMATULLAH

KRESEK
1.SUPRIADI

KEPRAK
1. MUFTI
2.SUPRIADI
3.SUBTI
Read More

MAJLIS DAKWAH HAMZANWADI II PENGOBAT RINDU NAHDLIYYIN



( Oleh : Yahdi Nur Falah )

            Wafatnya Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sang pendiri NWDI/NBDI/NW menyisakan kesedihan yang mendalam dihati para nahdliyyin. Mereka merindukan masa-masa duduk bersila mendengarkan fatwa-fatwa penuh hikmah dari setiap pengajian yang disampaikan ulama kharismatik itu di majlis yang beliau pimpin sendiri, yakni Majlis Hamzanwadi.  Kini kerinduan nahdliyyin itu terobati dengan beranjak dewasanya penerus beliau, cucu kesayangan yang padanya di sematkan nama belaiu sebagai penggantinya yakni Raden Tuan Guru Bajang K.H.L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani, Lc., M.Pd.I.
Sebagai penerus Maulana Syaikh, Raden Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani atas restu sang kakek melalui mubasysyiratnya membuka kembali majlis tersebut yang di beri nama Majlis Dakwah Hamzanwadi II sebagai kelanjutan dari Majlis Hamzanwadi yang di didirikan Maulana Syaikh. Majlis ini pertama kali dibuka pada tanggal 21 Desember 2016 dikediaman Raden Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani yakni di Jl. Panjitilar Kecamatan Sekarbela Mataram.
Setiap hari rabu majlis ini dibuka untuk umum, banyak dari santri maupun para petinggi pengurus NW pun hadir dalam majlis tersebut. Tak hanya mejadi pengobat rindu, namun hadirnya Majlis Dakwah Hamzanwadi II sebagai tempat pengkaderan dan penguat ke-NW-an bagi jamaah dan para pelajar yang tidak pernah bertemu langsung dengan Maulana Syaikh.
Dikemas dalam konsep yang berbeda dari majlis-majlis pengajian yang lain dan memilik ciri khas tersendiri menjadikan majlis tersebut menjadi tempat berkumpulnya warga nahdliyyin sekaligus sebagai ajang silaturrahim bersama Ummuna PBNW dan keluarga Maulana Syaikh yang lain. Diawali dengan pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan oleh seluruh jamaah dilanjutkan dengan solat asar berjamaah kemudian diisi dengan siraman pengajian dan pengijazahan ilmu-ilmu hikmah warisan sang Maulana Syaikh oleh Ummuna PBNW.  Diakhir majlis juga di sediakan sesi tanya jawab, dalam sesi ini jamaah yang hadir bisa bertanya seputar ke-NW-an dan di jawab langsung oleh Sohibul Majlis, yakni Raden Tuan Guru Bajang Zainduddin Atsani dan setelahnya diakhiri do’a pusaka yang disertai dengan tradisi melontar (sedekah).
Seiring berjalannya waktu kini Majlis Dakwah Hamzanwadi II diadakan dikediaman Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Ummuna Al-Mujahidah Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid di Jl. Pejanggik Nomor 58 Pajang Timur Mataram.


Biodata
Nama               :           Yahdi Nur Falah
TTL                 :           Bagik Nyala, 31 Juli 1996
Mahasiswa      :           Semester V Jurusan KPI Fakultas Dakwah
IAIH NW LOTIM Tahun Ajaran 2018/2019.




Read More

Thursday, March 28, 2019

KEAGUNGAN SANG PEMILIK ILMU

Sudah tidak bisa diragukan lagi akan kemuliaan dan keagungan ilmu pengetahuan terlebih kepada ahlinya (pemilik ilmu, Ulama).
Sesuai dengan petunjuk-petunjuk agama, kita sangat dianjurkan untuk memuliakan ilmu dan ahlinya, kita harus memberikan penghargaan setinggi-tigginya terhadap ilmu dan ahlinya.
Maka pengagungan dan penghargaan tinggi itu juga serupa kita berikan kepada para waliyullah, bahkan penghormatan itu jauh lebih tinggi terlebih ketika mereka telah tiada. Lihatlah beberapa makam para waliyullah selalu dipenuhi oleh para peziarah. Maka sebahagian masyarakat mampu membacanya dan memahami fenomena ini dengan baik dan membacanya dengan bagian daripada tradisi islam. Namun sebahagian orang tidak memahami akan hal itu bhakan menganggapnya sebagai se uatu yang tidak pantas untuk dilakukan. Mereka menganggap posisi orang alim itu lebih tinggi daripada waliyullah, padah tidaklah demikian karena posisi waliyullah ada diatas posisi orang alim.
Karena jika para orang alim adalah mereka yang menguasai masalah furu’ dan ushul dalam ajaran agama Islam yang membentang dari hal aqidah, syariah, tafsir, hadits dan seterusnya. Maka sesungguhnya para waliyuah yang telah mencapai ma’rifat kepada Allah swt, dan membenamkan diri dalam pengabdian kepada-Nya setulus hati untuk selamanya dengan rela mengorbankan berbagai kesenangan duniawi dan syahwat rohani, maka sesungguhnya wali itu lebih utama posisinya dibandingkan para alim.
As-Syaikh Zainuddin al-Malibary mengatakan dalam Hidayatul Adzqiya’ :
والعارفون بربهم هم أفضل # من أهل فرع والأصول تكملا
فلركعة من عارف هى أفضل # من ألفها من عالم فتقبلا
Dan mereka orang-orang yang mengenal (makrifat) Tuhannya lebih afdhal (utama) dibandingkan para ahli furu’ dan ahli ushul yang sempurna. Sesungguhnya satu raka’at yang dilakukan orang arif (wali) itu lebih utama dibandingkan seribu raka’at orang alim. Terimalah keterangan ini.
Begitu pula keterangan Sayyid al-Bakri Ibn Sajjid Muhammad Syatha ad-Dimyathi dalam kitabnya Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya’ beliau menjelaskan,
وذلك بأن العلم يشرف بشرف المعلوم وبثمراته فالعلم بالله وصفاته أشرف من العلم بكل من الفروع والأصول لأن متعلقه أشرف المعلومات وأكملها
Bahwasanya kemuliaan orang yang berilmu (alim) itu sangat tergantung dengan ilmunya dan fungsi dari ilmu tersebut yang sangat terbatas. Akan tetapi kemuliaan para wali (al’arifuuna billah) orang yang mengerti Allah swt itu tergantung kepada yang Maha Mengetahui yang pengetahuan-Nya sangat sempurna dan amat mulia (yang tanpa batas – tanpa tanding).
Wallahu a’lamu bisshawab
Sumber: NW Online & NU Online

Read More

Wednesday, July 18, 2018

Syauqul musthofa


Teradisi kami ialah mengadakan Do'a bersama,Sholawatan bersama/minggunya di sekretariat/markas team hadroh syauqul musthofa NW Anjani lombok timur berlokasi di PENGKOLAN JAGUNG, Pengkolan jagung adalah sebutan viral karena di pinggir jalan dekat pengkolan ada tukang jagung ,,, Nahh di sanalah kami dari team syauqul musthofa NW Anjani sering mengadakan pertemuan baik sejenis Rapat,Latihan Hadror ,ngumpul-ngumpul dengan sesama team  terahir kita sama-sama berdo'a semoga qt semua,keluarga kita,guru kita semoga mendapat syafaat Nabi Muhammad  SAW di akhiratkelak berkat sholawat yang kita baca setiap saat dan setiap waktu di kabulkan oleh ALLAH SWT AAMIIN Sekian  JAZAKALLAHIKHAIRAN KATSIRA
Read More